Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2016

REMAJA PENGISAP GANJA LEBIH BERESIKO BUNUH DIRI

By ahmad fauzan on September 10, 2014

Sophie Scott
cannabisculture.com

Sebuah studi terbaru mengungkapkan remaja yang mengkonsumsi ganja secara reguler sebelum menginjak usia 17 tahun, lebih beresiko melakukan bunuh diri.
Riset nasional yang dilakukan oleh Pusat Riset Narkoba dan Alkohol Nasional (NDARC) di Universitas New South Wales, Australia, diklaim sebagai salah satu riset yang berhasil mengungkapkan bukti-bukti terbaik mengenai dampak buruk ganja atau mariyuana pada masa remaja.
“Hasil riset ini waktunya sangat tepat, lantaran beberapa negara bagian di AS dan sejumlah negara Amerika Latin telah memutuskan untuk melegalkan ganja. Padahal,kebijakan itu akan memudahkan akses orang muda terhadap ganja,”kata penulis studi ini, ProfesorRichard Mattick
Dalam studi ini, peneliti dari Australia dan Selandia Baru menggabungkan data dari 3.765 partisipan, dari 3 riset yang berlangsung lama untuk melihat keterkaitan antara frekuensi penggunaan ganja sebelum usia pengguna mencapai 17 tahun.
Peneliti menyelidiki 7 hasil perkembangan mental yang terjadi pada pengguna hingga mereka berusia 30 tahun. Di antaranya apakah para remaja pengguna bisa menyelesaikan sekolahnya, bisa meraih gelar sarjana, apakah mereka menjadi kecanduan ganja. Selain itu, apakah mereka juga menggunakan narkoba jenis lainnya, pernah berusaha melakukan bunuh diri, menderita depresi dan apakah kehidupan mereka sejahtera.
Ternyata riset ini mendapati kalau remaja yang rutin mengkonsumsi ganja sebelum berusia 17 tahun, 60 persen lebih kecil peluangnya untuk dapat menyelesaikan sekolah menengah atau mendapatkan gelar sarjana.
Analisis data yang luas juga mengindikasikan para remaja yang mengkonsumsi ganja setiap hari setelah dewasa 7 kali beresiko melakukan percobaan bunuh diri.
Riset ini juga mendapati kalau para remaja yang mengkonsumsi ganja berpeluang 18 kali lebih tinggi mengalami ketergantungan pada ganja dibandingkan yang lain, dan 8 kali lebih tinggi juga untuk mengalami ketergantungan pada narkoba jenis lainnya dalam kehidupannnya.
Profesor Simon Denny dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Auckland mengatakan riset ini menunjukan semakin sering seseorang mengkonsumsi ganja, maka akan semakin tinggi juga resikonya untuk memiliki masa depan yang buruk.
“Hasil riset ini menyediakan bukti-bukti terbaik terbaru mengenai dampak buruk penggunaan ganja pada masa remaja. Apalagi studi ini menggbungkan data riset lama yang berhasil melacak dan memantau kualitas hidup remaja pengguna ganja hingga mereka dewasa,” katanya.
Ganja atau cannabis merupakan salah satu obat-obatan terlarang yang digunakan secara luas oleh para remaja di Australia. Diperkirakan sekitar 1% remaja berusia 14- 19 tahun di Australia mengkonsumsi ganja setiap harinya, sementara 4% rutin mengkonsumsi ganja setiap minggu.
Peneliti utama dalam riset ini, Dr Edmund Silins mengatakan temuan ini waktunya sangat tepat.
“Hasil riset yang kami lakukan berhasil menyediakan bukti kuat mengenai pentingnya upaya mencegah atau menunda penggunaan ganja yang tampaknya dapat memberikan dampak positif yang luas untuk kesehatan dan sosial,” kata  Silins.
“Upaya untuk mereformasi legislasi ganja juga harus ditinjau secara hati-hati  untuk memastikan aturan itu dapat mengurangi jumlah remaja yang mengkonsumsi ganja,” katanya.
Riset ini akan dipublikasikan dalam Jurnal The Lancet Psychiatry.[]
Sumber: http://kabarkampus.com/2014/09/remaja-pengisap-ganja-lebih-beresiko-bunuh-diri/

Sumber photo: http://www.cannabisculture.com/content/2009/12/04/canadian-legal-grower-jamaica



Selasa, 19 Januari 2016

RESEP HIDUP BAHAGIA: JANGAN KHAWATIR!

author : Tika Anggreni Purba
Tuesday, 19 January 2016 - 07:00 am
 
refugecenter.org

Khawatir berlebihan adalah tindakan yang merugikan karena tidak akan mengubah sedikitpun dari sesuatu yang akan terjadi.

Intisari-Online.com – Mengapa banyak orang menjadi khawatir? Salah satu pemicunya adalah tidak dapat mengendalikan diri untuk meyakini bahwa segala sesuatunya baik-baik saja. Khawatir akan keuangan, pekerjaan, keluarga, anak-anak, dan masa depan sudah menjadi makanan sehari-hari dalam hidup. Padahal, mencoba untuk tidak khawatir adalah salah satu resep hidup bahagia.

Khawatir tidak mengubah apapun
Salah satu tindakan yang sia-sia adalah khawatir. Karena khawatir tidak akan menambah pundi-pundi uang di saat kekurangan, khawatir tidak akan membuat orang-orang yang kita sayangi merasa aman, dan khawatir tidak akan membuat kita kenyang. Ruginya, khawatir hanya akan merangsang kecemasan dalam diri kita yang justru tidak baik bagi kesehatan. Khawatir biasanya terjadi dalam pikiran yang tidak terkendali. Hati-hati, banyak penyakit malah berasal dari pikiran, lho!

Khawatir hanyalah untuk orang yang hidup di masa lalu

Bagi seseorang yang visioner, ia tidak akan mau membagi waktunya untuk khawatir berlebihan. Orang yang cenderung khawatir adalah orang yang tidak pernah menikmati hidupnya di masa kini karena terjebak pada rasa takut akan masa lalu dan masa mendatang. Pikirannya cenderung tertuju pada hal-hal menakutkan yang sudah terjadi dan hal-hal mengerikan yang belum terjadi. Hiduplah untuk hari ini, esok hari pasti memiliki kesusahannya sendiri.

Khawatir membuat tubuh tegang dan nafas pendek
Gelisah terus menerus, cemas berlebihan hanya akan membuat reaksi tubuh menjadi kaku. Ketegangan tak terelakkan hingga nafas diburu pendek-pendek. Wah, bagaimana menjalani setiap hari seperti ini? Rasa syukur adalah tindakan yang paling tepat untuk menjalani setiap hari tanpa rasa takut. Redam kekhawatiran kita dengan melepaskan rasa syukur.

Khawatir membuat kita selalu berasumsi negatif
Saking takutnya, orang yang suka khawatir seolah tak punya pandangan positif dalam menjalani aspek hidupnya. Asumsinya selalu negatif. Apa yang akan terjadi esok? Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Apakah hasilnya begitu buruk? Akankah saya gagal? Adalah pertanyaan yang bersarang di benaknya. Yakinlah, saat kita berpikiran positif dan meyakini bahwa semua baik-baik saja, itulah yang akan terjadi. Kekhawatiran adalah masalah yang lebih besar daripada hal yang belum terjadi tersebut.
Ingatlah bahwa tanpa menanam padipun, burung di udara tetap bisa makan. Pandanglah alam semesta dan sekeliling kita, rasakanlah bahwa semesta ini saja masih dipelihara, mengapa kita yang lebih dari mereka harus khawatir?

Sumber:  http://intisari-online.com/read/resep-hidup-bahagia-jangan-khawatir

Kamis, 10 Desember 2015

OLAHRAGA SEMINGGU SEKALI JAGA KESTABILAN EMOSI

Senin, 7 Desember 2015 | 09:47 WIB

 


KOMPAS.com - Job burnout. Lebih dari 70% pekerja pernah mengalaminya, 30% bisa melaluinya dengan baik, namun 40% kerap dilanda kelelahan kerja secara konsisten.

Bahkan, hal tersebut dinilai bisa lebih buruk saat cuaca memasuki musim dingin atau hujan, di mana kemacetan kerap meningkat dan mobilitas menjadi terganggu karena buruknya cuaca.
Meningkatnya stres akibat kondisi itu, nyatanya bisa mengacaukan kestabilan emosi. Membuat Anda gampang tersinggung, marah, bahkan hilang semangat.
Berolahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari bisa menjadi penangkal stres yang efektif. Selain membuat tubuh sehat, mood baik akan terus terjaga.
Namun, bila pilihan itu tak cocok dengan jam sibuk Anda di kantor, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam BMC Psychiatry memberi pilihan yang lebih sederhana dan tak memakan banyak waktu, yaitu cukup dengan olahraga selama 1 jam seminggu sekali.
Selama satu tahun setengah, peneliti dari Institute of Stress Medicine dan University of Gothenburg di Swedia menganalisa 69 wanita dan pria yang menjalani terapi akibat stres yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Dari tingkatan yang ringan, sedang, hingga depresi.
Para relawan dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok pertama diminta untuk menghabiskan waktu untuk keluar kantor setidaknya 3 kali seminggu, baik untuk mencari suasana kerja baru, makan siang atau sekadar relaksasi saat jam istirahat.
Kelompok kedua diminta untuk tetap bekerja seperti biasa namun rutin berolahraga seminggu sekali. Sedang kelompok ketiga diminta untuk bekerja saja.
Para peneliti lantas memeriksa kembali kondisi relawan di 6 bulan pertama, 1 tahun, dan setelah 18 bulan penelitian, mereka mengukur tingkat aktivitas dan kesehatan mental relawan.
Pada akhir penelitian, ketika para peneliti menguji tingkat depresi, stres, dan kelelahan dalam 3 kelompok, mereka menemukan bahwa relawan yang aktif berolahraga seminggu sekali berhasil mengurangi rasa jenuh dan depresi sebanyak 50 persen dan kondisi emosi mereka jauh lebih baik dan stabil ketimbang kelompok lain.
Para peneliti menyimpulkan: olahraga apapun bila dilakukan setidaknya satu kali seminggu bisa membuat perbedaan besar dalam suasana hati dan kesehatan mental.
Coba atur jadwal Anda untuk pergi ke gym, berlari atau bersepeda, atau sekadar berjalan setidaknya selama 60 menit.
Penulis: Ayunda Pininta
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Prevention.com




Sumber: http://health.kompas.com/read/2015/12/07/094700223/Olahraga.Seminggu.Sekali.Jaga.Kestabilan.Emosi










































































ALASAN UNTUK HIDUP TANPA ALKOHOL DAN KOPI

author : Ilham Pradipta Mulya
Thursday, 10 December 2015 - 03:00 pm

 
fastcompany.com

Inilah kemungkinan yang terjadi pada kita bila tidak mengkonsumsi alkohol dan kopi selama 15 bulan. Gaya hidup sehat ala Tobias ini memberikan dampak yang postif bagi diriya.


Intisari-Online.com – Gaya hidup sehat yang diterapkan ala Tobias van Schneider ini mungkin dapat memberikan kita inspirasi. Kisah unik dan inspiratif ini telah ia jalani selama 15 bulan.
Saya tidak pernah lagi meminum alkohol dan kopi selama 15 bulan,” ujarnya.
Tanpa alkohol dan kopi, gaya hidup sehat yang ia terapkan itu ternyata memberikan beberapa efek yang sangat positif. Tobias tidak hanya menghemat uang yang ia miliki, tetapi  ia juga merasa lebih sehat tanpa kebiasaan yang sebelumnya ia lakukan. Berikut ini adalah hal-hal positif yang ia dapatkan selama 15 bulan:

1. Tobias Dapat menghemat uangnya sebanyak US$1,000 setiap bulan. Sebelumnya ia dapat menghabiskan US$33 tiap hari hanya untuk mendapatkan cocktails dan beberapa gelas wine.

2.Lebih jarang bergosip. Ketika masih mengkonsumsi alkohol dan kopi, ia sering pergi keluar untuk mendapatkan minuman favoritnya. Tapi setelah berhenti total, ia sadar kalau tetap berada di dalam rumah, ia tak akan bertemu dengan teman-temannya dan membicarakan hal-hal yang tidak penting.

3. Kualitas tidur meningkat. Menyingkirkan alkohol ternyata dapat meningkatkan kualitas tidurnya secara drastis. Ketika bangun Tobias juga merasa memiliki banyak energi.

4. Mengurangi panik dan stres. Mungkin ini dapat terjadi oleh beberapa orang. Tapi menurutnya, kopi selalu membuatnya merasa cemas dan stres. Tanpa kopi ia juga merasa sistem pencernaannya lebih baik.
Secara keseluruhan, Tobias senang dengan keputusan yang ia buat. Selama itu juga ia tidak memiki hasrat untuk memulai mengkonsumsi alkohol dan kopi lagi. Sebelumnya ia mengubah kebiasan buruknya hanya karena rasa penasaran. Tapi setelah dicoba, ia sangat meyukainya.

(Huffingtonpost.com)

Sumber:  http://intisari-online.com/read/alasan-untuk-hidup-tanpa-alkohol-dan-kopi

Sabtu, 28 November 2015

5 Sarang Kuman Tak Terduga di Dalam Rumah

Ketika berpikir tentang kuman yang ada di rumah, Anda mungkin membayangkan kursi toilet dan tong sampah, padahal ada benda-benda lain yang lebih banyak kumannya

5 Sarang Kuman Tak Terduga di Dalam RumahTalenan mengandung bakteri 200 kali lebih banyak dibanding kursi toilet atau tong sampah. (Thinkstock)

Ketika Anda berpikir kuman yang ada di area rumah, Anda mungkin membayangkan kursi toilet dan tong sampah, kan? Nah, ternyata ada sebanyak 200 kali lipat lebih banyak bakteri di talenan dibanding benda-benda lain di rumah. Berikut lima "tempat" yang patut Anda perhatikan sebagai sarang kuman dan cara membersihkannya. Anda hanya membutuhkan sekitar 30 menit untuk membersihkannya.
  • Talenan
Anda pasti sering menggunakan alat ini. Oleh karena itu ini menjadi salah satu "sarang kuman" yang ada di rumah Anda. Anda mungkin sering menganggap mudah dalam hal mencuci talenan, tapi sebenarnya ada beberapa bahan pembuat talenan yang tidak bisa dicuci seperti biasa seperti talenan plastik bisa Anda masukkan dalam mesin cuci piring, begitu juga talenan yang dibuat dari komposit.
 Sementara itu, talenan yang terbuat dari kayu dan bambu sebaiknya tidak Anda masukkan ke dalam mesin pencuci piring. Panas dalam mesin tersebut mampu merusak kayu.
  • Spons
Spons merupakan alat yang multifungsi di rumah, tapi mereka juga merupakan tempat yang baik untuk bakteri tumbuh. Pastikan Anda memasukkan spons Anda ke dalam microwave  selama dua menit setidaknya satu atau dua kali seminggu.
  • Keran
Pernahkah Anda menyiapkan makan malam dari ayam mentah, menyalakan keran wastafel untuk mencuci tangan, kemudian mematikan keran tersebut? Secara tidak sadar keran air wastafel di dapur Anda sebenarnya mengandung banyak kuman karena Anda sering kali menyentuhnya sehabis mengolah masakan mentah. Maka, pastikan Anda bersihkan keran tersebut dengan disinfektan setidaknya seminggu sekali.
  • Sikat Gigi
Mulut Anda bukan tempat yang bersih. Anda pasti tidak menyangka bahwah bakteri E coli dapat melompat dari kloset menuju ke sikat gigi Anda. Oleh karena itu Anda sebaiknya secara teratur mengganti sikat gigi Anda.
  • Handuk
Dan yang terakhir adalah handuk, baik itu handuk tangan, badan, atau handuk muka. Karena handuk menyimpan sel-sel kulit Anda yang merupakan makanan dari kuman. Oleh karena itu sebaiknya jangan malas untuk mencuci handuk Anda di air hangat minimal 1 minggu sekali.
(Sumber: Ideaonline.com)

Sumber:  http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/11/5-sarang-kuman-tak-terduga-di-dalam-rumah

Selasa, 10 November 2015

Perut Buncit Itu Bukan Ngangenin, Tapi Berbahaya!

author : Ade Sulaeman
Sunday, 08 November 2015 - 07:00 am









Intisari-Online.com - Perut buncit pada pria sering dianggap sebagai hal yang wajar, bahkan dikaitkan dengan kemakmuran. Bahkan ada meme yang menyebut pria dengan perut buncit itu ngangenin. Padahal, timbunan lemak di perut sangat berbahaya bagi kesehatan.
Seseorang disebut memiliki perut buncit jika ukuran lingkar pinggangnya lebih dari 95 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita.
Lemak yang tertimbun di perut adalah lemak visceral. Bukan hanya sulit dihilangkan, lemak ini melekat di organ-organ dalam seperti ginjal, liver, dan sebagainya.
Berbagai penelitian menyebutkan lemak visceral sangat aktif dan menghasilkan hormon serta zat kimia yang bisa menyebabkan gangguan metabolisme dan juga peradangan. Nah, peradangan inilah yang dapat memicu penyakit.
Berikut adalah beberapa penyakit yang mengintai jika kita memiliki timbunan lemak di perut:
- Penyakit jantung
Lemak visceral adalah jenis lemak yang dimetabolisme oleh liver, yang akan diubah menjadi Kolesterol dan bersirkulasi dalam darah. Kolesterol jahat atau LDL ini bisa menumpuk di arteri dan membentuk plak, semacam lapisan lilin yang bisa membuat pembuluh darah lambat laun menyempit. Jika terjadi sumbatan maka akan menyebabkan serangan jantung.
- Diabetes
Lemak visceral menghasilkan peradangan yang menyebabkan insulin menjadi kurang resisten sehingga kadar gula dalam darah tetap tinggi. Akibatnya risiko diabetes meningkat.
- Tekanan darah tinggi
Semakin banyak lemak, semakin tinggi darah yang akan di pompa sehingga tekana darah dalam tubuh menjadi tinggi.
(Muthia Zulfa/kompas.com)