Sophie Scott
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 Januari 2016
Selasa, 19 Januari 2016
RESEP HIDUP BAHAGIA: JANGAN KHAWATIR!
author : Tika Anggreni Purba
Tuesday, 19 January 2016 - 07:00 am
Khawatir berlebihan adalah tindakan yang merugikan karena tidak akan mengubah sedikitpun dari sesuatu yang akan terjadi.
Intisari-Online.com – Mengapa banyak orang menjadi khawatir? Salah satu pemicunya adalah tidak dapat mengendalikan diri untuk meyakini bahwa segala sesuatunya baik-baik saja. Khawatir akan keuangan, pekerjaan, keluarga, anak-anak, dan masa depan sudah menjadi makanan sehari-hari dalam hidup. Padahal, mencoba untuk tidak khawatir adalah salah satu resep hidup bahagia.
Khawatir tidak mengubah apapun
Salah satu tindakan yang sia-sia adalah khawatir. Karena khawatir tidak akan menambah pundi-pundi uang di saat kekurangan, khawatir tidak akan membuat orang-orang yang kita sayangi merasa aman, dan khawatir tidak akan membuat kita kenyang. Ruginya, khawatir hanya akan merangsang kecemasan dalam diri kita yang justru tidak baik bagi kesehatan. Khawatir biasanya terjadi dalam pikiran yang tidak terkendali. Hati-hati, banyak penyakit malah berasal dari pikiran, lho!
Khawatir hanyalah untuk orang yang hidup di masa lalu
Bagi seseorang yang visioner, ia tidak akan mau membagi waktunya untuk khawatir berlebihan. Orang yang cenderung khawatir adalah orang yang tidak pernah menikmati hidupnya di masa kini karena terjebak pada rasa takut akan masa lalu dan masa mendatang. Pikirannya cenderung tertuju pada hal-hal menakutkan yang sudah terjadi dan hal-hal mengerikan yang belum terjadi. Hiduplah untuk hari ini, esok hari pasti memiliki kesusahannya sendiri.
Khawatir membuat tubuh tegang dan nafas pendek
Gelisah terus menerus, cemas berlebihan hanya akan membuat reaksi tubuh menjadi kaku. Ketegangan tak terelakkan hingga nafas diburu pendek-pendek. Wah, bagaimana menjalani setiap hari seperti ini? Rasa syukur adalah tindakan yang paling tepat untuk menjalani setiap hari tanpa rasa takut. Redam kekhawatiran kita dengan melepaskan rasa syukur.
Khawatir membuat kita selalu berasumsi negatif
Saking takutnya, orang yang suka khawatir seolah tak punya pandangan positif dalam menjalani aspek hidupnya. Asumsinya selalu negatif. Apa yang akan terjadi esok? Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Apakah hasilnya begitu buruk? Akankah saya gagal? Adalah pertanyaan yang bersarang di benaknya. Yakinlah, saat kita berpikiran positif dan meyakini bahwa semua baik-baik saja, itulah yang akan terjadi. Kekhawatiran adalah masalah yang lebih besar daripada hal yang belum terjadi tersebut.
Ingatlah bahwa tanpa menanam padipun, burung di udara tetap bisa makan. Pandanglah alam semesta dan sekeliling kita, rasakanlah bahwa semesta ini saja masih dipelihara, mengapa kita yang lebih dari mereka harus khawatir?
Sumber: http://intisari-online.com/read/resep-hidup-bahagia-jangan-khawatir
Tuesday, 19 January 2016 - 07:00 am
refugecenter.org
Khawatir berlebihan adalah tindakan yang merugikan karena tidak akan mengubah sedikitpun dari sesuatu yang akan terjadi.
Intisari-Online.com – Mengapa banyak orang menjadi khawatir? Salah satu pemicunya adalah tidak dapat mengendalikan diri untuk meyakini bahwa segala sesuatunya baik-baik saja. Khawatir akan keuangan, pekerjaan, keluarga, anak-anak, dan masa depan sudah menjadi makanan sehari-hari dalam hidup. Padahal, mencoba untuk tidak khawatir adalah salah satu resep hidup bahagia.
Khawatir tidak mengubah apapun
Salah satu tindakan yang sia-sia adalah khawatir. Karena khawatir tidak akan menambah pundi-pundi uang di saat kekurangan, khawatir tidak akan membuat orang-orang yang kita sayangi merasa aman, dan khawatir tidak akan membuat kita kenyang. Ruginya, khawatir hanya akan merangsang kecemasan dalam diri kita yang justru tidak baik bagi kesehatan. Khawatir biasanya terjadi dalam pikiran yang tidak terkendali. Hati-hati, banyak penyakit malah berasal dari pikiran, lho!
Khawatir hanyalah untuk orang yang hidup di masa lalu
Bagi seseorang yang visioner, ia tidak akan mau membagi waktunya untuk khawatir berlebihan. Orang yang cenderung khawatir adalah orang yang tidak pernah menikmati hidupnya di masa kini karena terjebak pada rasa takut akan masa lalu dan masa mendatang. Pikirannya cenderung tertuju pada hal-hal menakutkan yang sudah terjadi dan hal-hal mengerikan yang belum terjadi. Hiduplah untuk hari ini, esok hari pasti memiliki kesusahannya sendiri.
Khawatir membuat tubuh tegang dan nafas pendek
Gelisah terus menerus, cemas berlebihan hanya akan membuat reaksi tubuh menjadi kaku. Ketegangan tak terelakkan hingga nafas diburu pendek-pendek. Wah, bagaimana menjalani setiap hari seperti ini? Rasa syukur adalah tindakan yang paling tepat untuk menjalani setiap hari tanpa rasa takut. Redam kekhawatiran kita dengan melepaskan rasa syukur.
Khawatir membuat kita selalu berasumsi negatif
Saking takutnya, orang yang suka khawatir seolah tak punya pandangan positif dalam menjalani aspek hidupnya. Asumsinya selalu negatif. Apa yang akan terjadi esok? Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Apakah hasilnya begitu buruk? Akankah saya gagal? Adalah pertanyaan yang bersarang di benaknya. Yakinlah, saat kita berpikiran positif dan meyakini bahwa semua baik-baik saja, itulah yang akan terjadi. Kekhawatiran adalah masalah yang lebih besar daripada hal yang belum terjadi tersebut.
Ingatlah bahwa tanpa menanam padipun, burung di udara tetap bisa makan. Pandanglah alam semesta dan sekeliling kita, rasakanlah bahwa semesta ini saja masih dipelihara, mengapa kita yang lebih dari mereka harus khawatir?
Sumber: http://intisari-online.com/read/resep-hidup-bahagia-jangan-khawatir
Kamis, 10 Desember 2015
OLAHRAGA SEMINGGU SEKALI JAGA KESTABILAN EMOSI
Senin, 7 Desember 2015 | 09:47 WIB

Sumber: http://health.kompas.com/read/2015/12/07/094700223/Olahraga.Seminggu.Sekali.Jaga.Kestabilan.Emosi
KOMPAS.com - Job burnout.
Lebih dari 70% pekerja pernah mengalaminya, 30% bisa melaluinya dengan
baik, namun 40% kerap dilanda kelelahan kerja secara konsisten.
Bahkan, hal tersebut dinilai bisa lebih buruk saat cuaca memasuki musim dingin atau hujan, di mana kemacetan kerap meningkat dan mobilitas menjadi terganggu karena buruknya cuaca.
Meningkatnya stres akibat kondisi itu, nyatanya bisa mengacaukan kestabilan emosi. Membuat Anda gampang tersinggung, marah, bahkan hilang semangat.
Berolahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari bisa menjadi penangkal stres yang efektif. Selain membuat tubuh sehat, mood baik akan terus terjaga.
Namun, bila pilihan itu tak cocok dengan jam sibuk Anda di kantor, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam BMC Psychiatry memberi pilihan yang lebih sederhana dan tak memakan banyak waktu, yaitu cukup dengan olahraga selama 1 jam seminggu sekali.
Selama satu tahun setengah, peneliti dari Institute of Stress Medicine dan University of Gothenburg di Swedia menganalisa 69 wanita dan pria yang menjalani terapi akibat stres yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Dari tingkatan yang ringan, sedang, hingga depresi.
Para relawan dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok pertama diminta untuk menghabiskan waktu untuk keluar kantor setidaknya 3 kali seminggu, baik untuk mencari suasana kerja baru, makan siang atau sekadar relaksasi saat jam istirahat.
Kelompok kedua diminta untuk tetap bekerja seperti biasa namun rutin berolahraga seminggu sekali. Sedang kelompok ketiga diminta untuk bekerja saja.
Para peneliti lantas memeriksa kembali kondisi relawan di 6 bulan pertama, 1 tahun, dan setelah 18 bulan penelitian, mereka mengukur tingkat aktivitas dan kesehatan mental relawan.
Pada akhir penelitian, ketika para peneliti menguji tingkat depresi, stres, dan kelelahan dalam 3 kelompok, mereka menemukan bahwa relawan yang aktif berolahraga seminggu sekali berhasil mengurangi rasa jenuh dan depresi sebanyak 50 persen dan kondisi emosi mereka jauh lebih baik dan stabil ketimbang kelompok lain.
Para peneliti menyimpulkan: olahraga apapun bila dilakukan setidaknya satu kali seminggu bisa membuat perbedaan besar dalam suasana hati dan kesehatan mental.
Coba atur jadwal Anda untuk pergi ke gym, berlari atau bersepeda, atau sekadar berjalan setidaknya selama 60 menit.
Bahkan, hal tersebut dinilai bisa lebih buruk saat cuaca memasuki musim dingin atau hujan, di mana kemacetan kerap meningkat dan mobilitas menjadi terganggu karena buruknya cuaca.
Meningkatnya stres akibat kondisi itu, nyatanya bisa mengacaukan kestabilan emosi. Membuat Anda gampang tersinggung, marah, bahkan hilang semangat.
Berolahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari bisa menjadi penangkal stres yang efektif. Selain membuat tubuh sehat, mood baik akan terus terjaga.
Namun, bila pilihan itu tak cocok dengan jam sibuk Anda di kantor, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam BMC Psychiatry memberi pilihan yang lebih sederhana dan tak memakan banyak waktu, yaitu cukup dengan olahraga selama 1 jam seminggu sekali.
Selama satu tahun setengah, peneliti dari Institute of Stress Medicine dan University of Gothenburg di Swedia menganalisa 69 wanita dan pria yang menjalani terapi akibat stres yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Dari tingkatan yang ringan, sedang, hingga depresi.
Para relawan dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok pertama diminta untuk menghabiskan waktu untuk keluar kantor setidaknya 3 kali seminggu, baik untuk mencari suasana kerja baru, makan siang atau sekadar relaksasi saat jam istirahat.
Kelompok kedua diminta untuk tetap bekerja seperti biasa namun rutin berolahraga seminggu sekali. Sedang kelompok ketiga diminta untuk bekerja saja.
Para peneliti lantas memeriksa kembali kondisi relawan di 6 bulan pertama, 1 tahun, dan setelah 18 bulan penelitian, mereka mengukur tingkat aktivitas dan kesehatan mental relawan.
Pada akhir penelitian, ketika para peneliti menguji tingkat depresi, stres, dan kelelahan dalam 3 kelompok, mereka menemukan bahwa relawan yang aktif berolahraga seminggu sekali berhasil mengurangi rasa jenuh dan depresi sebanyak 50 persen dan kondisi emosi mereka jauh lebih baik dan stabil ketimbang kelompok lain.
Para peneliti menyimpulkan: olahraga apapun bila dilakukan setidaknya satu kali seminggu bisa membuat perbedaan besar dalam suasana hati dan kesehatan mental.
Coba atur jadwal Anda untuk pergi ke gym, berlari atau bersepeda, atau sekadar berjalan setidaknya selama 60 menit.
| Penulis | : Ayunda Pininta |
| Editor | : Bestari Kumala Dewi |
| Sumber | : Prevention.com |
Sumber: http://health.kompas.com/read/2015/12/07/094700223/Olahraga.Seminggu.Sekali.Jaga.Kestabilan.Emosi
ALASAN UNTUK HIDUP TANPA ALKOHOL DAN KOPI
author : Ilham Pradipta Mulya
Thursday, 10 December 2015 - 03:00 pm
Inilah kemungkinan yang terjadi pada kita bila tidak mengkonsumsi alkohol dan kopi selama 15 bulan. Gaya hidup sehat ala Tobias ini memberikan dampak yang postif bagi diriya.
Thursday, 10 December 2015 - 03:00 pm
fastcompany.com
Inilah kemungkinan yang terjadi pada kita bila tidak mengkonsumsi alkohol dan kopi selama 15 bulan. Gaya hidup sehat ala Tobias ini memberikan dampak yang postif bagi diriya.
Intisari-Online.com – Gaya hidup
sehat yang diterapkan ala Tobias van Schneider ini mungkin dapat
memberikan kita inspirasi. Kisah unik dan inspiratif ini telah ia jalani
selama 15 bulan.
“Saya tidak pernah lagi meminum alkohol dan kopi selama 15 bulan,” ujarnya.
Tanpa alkohol dan kopi, gaya hidup sehat yang ia terapkan itu ternyata memberikan beberapa efek yang sangat positif. Tobias tidak hanya menghemat uang yang ia miliki, tetapi ia juga merasa lebih sehat tanpa kebiasaan yang sebelumnya ia lakukan. Berikut ini adalah hal-hal positif yang ia dapatkan selama 15 bulan:
1. Tobias Dapat menghemat uangnya sebanyak US$1,000 setiap bulan. Sebelumnya ia dapat menghabiskan US$33 tiap hari hanya untuk mendapatkan cocktails dan beberapa gelas wine.
2.Lebih jarang bergosip. Ketika masih mengkonsumsi alkohol dan kopi, ia sering pergi keluar untuk mendapatkan minuman favoritnya. Tapi setelah berhenti total, ia sadar kalau tetap berada di dalam rumah, ia tak akan bertemu dengan teman-temannya dan membicarakan hal-hal yang tidak penting.
3. Kualitas tidur meningkat. Menyingkirkan alkohol ternyata dapat meningkatkan kualitas tidurnya secara drastis. Ketika bangun Tobias juga merasa memiliki banyak energi.
4. Mengurangi panik dan stres. Mungkin ini dapat terjadi oleh beberapa orang. Tapi menurutnya, kopi selalu membuatnya merasa cemas dan stres. Tanpa kopi ia juga merasa sistem pencernaannya lebih baik.
Secara keseluruhan, Tobias senang dengan keputusan yang ia buat. Selama itu juga ia tidak memiki hasrat untuk memulai mengkonsumsi alkohol dan kopi lagi. Sebelumnya ia mengubah kebiasan buruknya hanya karena rasa penasaran. Tapi setelah dicoba, ia sangat meyukainya.
(Huffingtonpost.com)
Sumber: http://intisari-online.com/read/alasan-untuk-hidup-tanpa-alkohol-dan-kopi
“Saya tidak pernah lagi meminum alkohol dan kopi selama 15 bulan,” ujarnya.
Tanpa alkohol dan kopi, gaya hidup sehat yang ia terapkan itu ternyata memberikan beberapa efek yang sangat positif. Tobias tidak hanya menghemat uang yang ia miliki, tetapi ia juga merasa lebih sehat tanpa kebiasaan yang sebelumnya ia lakukan. Berikut ini adalah hal-hal positif yang ia dapatkan selama 15 bulan:
1. Tobias Dapat menghemat uangnya sebanyak US$1,000 setiap bulan. Sebelumnya ia dapat menghabiskan US$33 tiap hari hanya untuk mendapatkan cocktails dan beberapa gelas wine.
2.Lebih jarang bergosip. Ketika masih mengkonsumsi alkohol dan kopi, ia sering pergi keluar untuk mendapatkan minuman favoritnya. Tapi setelah berhenti total, ia sadar kalau tetap berada di dalam rumah, ia tak akan bertemu dengan teman-temannya dan membicarakan hal-hal yang tidak penting.
3. Kualitas tidur meningkat. Menyingkirkan alkohol ternyata dapat meningkatkan kualitas tidurnya secara drastis. Ketika bangun Tobias juga merasa memiliki banyak energi.
4. Mengurangi panik dan stres. Mungkin ini dapat terjadi oleh beberapa orang. Tapi menurutnya, kopi selalu membuatnya merasa cemas dan stres. Tanpa kopi ia juga merasa sistem pencernaannya lebih baik.
Secara keseluruhan, Tobias senang dengan keputusan yang ia buat. Selama itu juga ia tidak memiki hasrat untuk memulai mengkonsumsi alkohol dan kopi lagi. Sebelumnya ia mengubah kebiasan buruknya hanya karena rasa penasaran. Tapi setelah dicoba, ia sangat meyukainya.
(Huffingtonpost.com)
Sumber: http://intisari-online.com/read/alasan-untuk-hidup-tanpa-alkohol-dan-kopi
Sabtu, 28 November 2015
5 Sarang Kuman Tak Terduga di Dalam Rumah
Ketika berpikir tentang kuman yang ada di
rumah, Anda mungkin membayangkan kursi toilet dan tong sampah, padahal
ada benda-benda lain yang lebih banyak kumannya
Ketika Anda berpikir kuman yang ada di
area rumah, Anda mungkin membayangkan kursi toilet dan tong sampah, kan?
Nah, ternyata ada sebanyak 200 kali lipat lebih banyak bakteri di
talenan dibanding benda-benda lain di rumah. Berikut lima "tempat" yang
patut Anda perhatikan sebagai sarang kuman dan cara membersihkannya.
Anda hanya membutuhkan sekitar 30 menit untuk membersihkannya.
Sementara itu, talenan yang terbuat dari kayu dan bambu sebaiknya tidak Anda masukkan ke dalam mesin pencuci piring. Panas dalam mesin tersebut mampu merusak kayu.
- Talenan
Sementara itu, talenan yang terbuat dari kayu dan bambu sebaiknya tidak Anda masukkan ke dalam mesin pencuci piring. Panas dalam mesin tersebut mampu merusak kayu.
- Spons
- Keran
- Sikat Gigi
- Handuk
(Sumber: Ideaonline.com)
Sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/11/5-sarang-kuman-tak-terduga-di-dalam-rumah
Selasa, 10 November 2015
Perut Buncit Itu Bukan Ngangenin, Tapi Berbahaya!
author : Ade Sulaeman
Sunday, 08 November 2015 - 07:00 am

Sunday, 08 November 2015 - 07:00 am
Intisari-Online.com - Perut buncit pada pria sering dianggap sebagai hal yang wajar, bahkan dikaitkan dengan kemakmuran. Bahkan ada meme yang menyebut pria dengan perut buncit itu ngangenin. Padahal, timbunan lemak di perut sangat berbahaya bagi kesehatan.
Seseorang disebut memiliki perut buncit jika ukuran lingkar pinggangnya lebih dari 95 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita.
Lemak yang tertimbun di perut adalah lemak visceral. Bukan hanya sulit dihilangkan, lemak ini melekat di organ-organ dalam seperti ginjal, liver, dan sebagainya.
Berbagai penelitian menyebutkan lemak visceral sangat aktif dan menghasilkan hormon serta zat kimia yang bisa menyebabkan gangguan metabolisme dan juga peradangan. Nah, peradangan inilah yang dapat memicu penyakit.
Berikut adalah beberapa penyakit yang mengintai jika kita memiliki timbunan lemak di perut:
- Penyakit jantung
Lemak visceral adalah jenis lemak yang dimetabolisme oleh liver, yang akan diubah menjadi Kolesterol dan bersirkulasi dalam darah. Kolesterol jahat atau LDL ini bisa menumpuk di arteri dan membentuk plak, semacam lapisan lilin yang bisa membuat pembuluh darah lambat laun menyempit. Jika terjadi sumbatan maka akan menyebabkan serangan jantung.
- Diabetes
Lemak visceral menghasilkan peradangan yang menyebabkan insulin menjadi kurang resisten sehingga kadar gula dalam darah tetap tinggi. Akibatnya risiko diabetes meningkat.
- Tekanan darah tinggi
Semakin banyak lemak, semakin tinggi darah yang akan di pompa sehingga tekana darah dalam tubuh menjadi tinggi.
(Muthia Zulfa/kompas.com)
Seseorang disebut memiliki perut buncit jika ukuran lingkar pinggangnya lebih dari 95 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita.
Lemak yang tertimbun di perut adalah lemak visceral. Bukan hanya sulit dihilangkan, lemak ini melekat di organ-organ dalam seperti ginjal, liver, dan sebagainya.
Berbagai penelitian menyebutkan lemak visceral sangat aktif dan menghasilkan hormon serta zat kimia yang bisa menyebabkan gangguan metabolisme dan juga peradangan. Nah, peradangan inilah yang dapat memicu penyakit.
Berikut adalah beberapa penyakit yang mengintai jika kita memiliki timbunan lemak di perut:
- Penyakit jantung
Lemak visceral adalah jenis lemak yang dimetabolisme oleh liver, yang akan diubah menjadi Kolesterol dan bersirkulasi dalam darah. Kolesterol jahat atau LDL ini bisa menumpuk di arteri dan membentuk plak, semacam lapisan lilin yang bisa membuat pembuluh darah lambat laun menyempit. Jika terjadi sumbatan maka akan menyebabkan serangan jantung.
- Diabetes
Lemak visceral menghasilkan peradangan yang menyebabkan insulin menjadi kurang resisten sehingga kadar gula dalam darah tetap tinggi. Akibatnya risiko diabetes meningkat.
- Tekanan darah tinggi
Semakin banyak lemak, semakin tinggi darah yang akan di pompa sehingga tekana darah dalam tubuh menjadi tinggi.
(Muthia Zulfa/kompas.com)
Langganan:
Postingan (Atom)