Tampilkan postingan dengan label POLA PIKIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLA PIKIR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2016

PERJUANGAN MELAWAN AMARAH

author : K. Tatik Wardayati
Saturday, 05 March 2016 - 06:30 pm
 
susanarinderle

Ilustrasi.

Intisari-Online.com – Seorang ibu sangat menyayangi anaknya, tentu saja. Ketika ia menikah, istrinya merasa bahwa suaminya lebih dekat pada ibunya daripada ia. Segera ia mengembangkan permusuhan yang sangat besar untuk ibu mertuanya.
Ia berteriak dengan kata-kata kotor kepada wanita tua itu. Sering marah dan berperang dengan segenap kekuatan ketika melihat ibu mertuanya pertama kali, setiap hari.
Suatu hari, penuh dengan kemarahan, wanita muda itu mulai mengeluarkan kata kasar pada wanita tua dengan nada meninggi. Namun, ketika ia mulai mengucapkan kata-katanya, ketika ia mulai membuka mulut dengan lebar, rahangnya terkunci. Mulutnya menjadi terbuka penuh dan tidak bisa ditutup. Ia berjuang keras dan panik kesakitan, tetapi tetap tidak bisa menutup mulutnya yang terbuka.
Wanita muda itu segera dilarikan ke rumah sakit oleh suaminya. Wanita itu sangat kesal, menangis, tapi tak berdaya, dan kesakitan. Para dokter mendiagnosis keluhan itu sebagai dislokasi anterior akut tulang rahang bawah (mandibula) dari sendi temporomandibular. Bola (kondilus) dari sendi telah keluar dari soket, bergerak maju, dan terjebak di depan bagian tulang, dan tidak bisa kembali ke tempat yang seharusnya. Para dokter dengan hati-hati memanipulasi rahang bawahnya dan membuka kunci. Tiba-tiba keluarlah kata-kata yang seharusnya ditujukan kepada ibu mertuanya dengan deras, gemetar dengan marah mengerikan.
Dokter itu sangat heran. Setelah beberapa menit, wanita itu pulih. Kemudian dokter menyarankan kepada wanita muda itu untuk memberikan rahangnya istirahat yang cukup dan membatasi gerakan untuk mencegah kecelakaan lain.
Kemarahan hanyalah satu surat pendek dari bahaya. Benjamin Franklin mengatakan, “Apapun  yang dimulai dalam kemarahan akan berakhir malu.”

Sabtu, 20 Februari 2016

SETIAP MANUSIA ITU PENTING

author : K. Tatik Wardayati
Monday, 03 October 2011 - 10:00 am
senicreflections

ilustrasi

Intisari-Online.com – Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki berumur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual es krim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa “melihat” si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana ingar-bingar mal yang serba wangi dan indah.
“Mbak, sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.
“Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.
Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantungnya. Ia menghitung recehan di telapak tangan dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih “berduit” mengantri di belakang pembeli ingusan ini.
“Kalau Plain Cream berapa?”
Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga ribu lima ratus.”
Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya. “Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak,” kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.
Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan para pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam lima ratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi. Ada rasa penyesalan tersumbat di kerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.
Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan penuh hormat. (Intisari

Sumber: http://intisari-online.com/read/setiap-manusia-itu-penting

Well, tulisan diatas sangat bagus bukan..? terutama untuk para penjual yg menganggap remeh para pembeli yg daya belinya kecil.. ada pepatah dikit2 lama2 jadi bukit.

Selasa, 09 Februari 2016

JANGAN SAMPAI IRI HATI MENGUASAI KITA

author : K. Tatik Wardayati
Tuesday, 09 February 2016 - 06:20 pm
pinimg

Ilustrasi.

Intisari-Online.com – Alkisah, ada dua ekor anak lembu yang merupakan bagian dari sebuah rumah. Di rumah yang sama tinggal juga seorang gadis, dan seekor anak babi. Karena hampir tidak pernah bersuara, babi itu disebut “tanpa jeritan”.

Tuan rumah  memperlakukan anak babi itu dengan sangat baik. Mereka memberinya makan dalam jumlah besar, dengan beras yang terbaik, bahkan bubur nasi dengan gula merah.
Kedua anak lembu melihat ini. Mereka bekerja keras menarik bajak di sawah, dan gerobak di jalan-jalan. Anak lembu yang muda berkata kepada kakaknya, “Kak, di rumah kita bekerja keras. Kita memberi kesejahteraan bagi keluarga. Tapi mereka hanya memberi kita makan dengan rumput dan jerami. Sementara anak babi  “tanpa jeritan” tidak memberikan dukungan apapun bagi keluarga, tetapi mereka memberinya  makan dengan makanan yang menyenangkan. Mengapa ia harus mendapatkan perlakuan khusus seperti itu?”
Kakak lembu yang bijak menjawab, “Oh, Adikku, berbahaya bila iri kepada siapa pun. Karena itu, jangan pernah iri kepada anak babi karena diberi makan makanan yang lezat itu. Apa yang ia makan adalah benar-benar ‘makanan kematian’. Akan ada upacara pernikahan untuk putri tuan rumah, dan ‘tanpa jeritan’ akan menjadi pesta pernikahan. Itu sebabnya ia dimanja dan makanan yang lezat itu. Dalam beberapa hari tamu akan tiba. Kemudian anak babi itu akan diseret kakinya, dibunuh, dan dibuat menjadi kari untuk pesta.

Benar saja. Dalam beberapa hari kemudian para tamu pernikahan tiba. Anak babi itu diseret dan dipotong. Dan seperti yang dikatakan oleh anak lembu tua, ia dimasak dalam berbagai jenis makanan dan dimakan oleh para tamu. Kemudian ia mengatakan kepada saudaranya, “Adikku, apakah kau melihat apa yang terjadi pada anak babi itu?”
“Ya,” jawab anak lembu yang lebih muda, “sekarang aku mengerti.”
Anak lembu yang lebih tua melanjutkan, “Ini adalah hasil dari diberi makan makanan yang lezat tadi. Rumput dan jerami kita seratus kali lebih baik daripada bubur yang lezat dan gula merah yang manis. Makanan kita tidak membahayakan kita, tapi malahan menjanjinkan umur panjang.”

Demikianlah, jangan sampai iri hati menguasai hati kita, sampai kita tahu berapa harga yang harus dibayar.


Selasa, 19 Januari 2016

RESEP HIDUP BAHAGIA: JANGAN KHAWATIR!

author : Tika Anggreni Purba
Tuesday, 19 January 2016 - 07:00 am
 
refugecenter.org

Khawatir berlebihan adalah tindakan yang merugikan karena tidak akan mengubah sedikitpun dari sesuatu yang akan terjadi.

Intisari-Online.com – Mengapa banyak orang menjadi khawatir? Salah satu pemicunya adalah tidak dapat mengendalikan diri untuk meyakini bahwa segala sesuatunya baik-baik saja. Khawatir akan keuangan, pekerjaan, keluarga, anak-anak, dan masa depan sudah menjadi makanan sehari-hari dalam hidup. Padahal, mencoba untuk tidak khawatir adalah salah satu resep hidup bahagia.

Khawatir tidak mengubah apapun
Salah satu tindakan yang sia-sia adalah khawatir. Karena khawatir tidak akan menambah pundi-pundi uang di saat kekurangan, khawatir tidak akan membuat orang-orang yang kita sayangi merasa aman, dan khawatir tidak akan membuat kita kenyang. Ruginya, khawatir hanya akan merangsang kecemasan dalam diri kita yang justru tidak baik bagi kesehatan. Khawatir biasanya terjadi dalam pikiran yang tidak terkendali. Hati-hati, banyak penyakit malah berasal dari pikiran, lho!

Khawatir hanyalah untuk orang yang hidup di masa lalu

Bagi seseorang yang visioner, ia tidak akan mau membagi waktunya untuk khawatir berlebihan. Orang yang cenderung khawatir adalah orang yang tidak pernah menikmati hidupnya di masa kini karena terjebak pada rasa takut akan masa lalu dan masa mendatang. Pikirannya cenderung tertuju pada hal-hal menakutkan yang sudah terjadi dan hal-hal mengerikan yang belum terjadi. Hiduplah untuk hari ini, esok hari pasti memiliki kesusahannya sendiri.

Khawatir membuat tubuh tegang dan nafas pendek
Gelisah terus menerus, cemas berlebihan hanya akan membuat reaksi tubuh menjadi kaku. Ketegangan tak terelakkan hingga nafas diburu pendek-pendek. Wah, bagaimana menjalani setiap hari seperti ini? Rasa syukur adalah tindakan yang paling tepat untuk menjalani setiap hari tanpa rasa takut. Redam kekhawatiran kita dengan melepaskan rasa syukur.

Khawatir membuat kita selalu berasumsi negatif
Saking takutnya, orang yang suka khawatir seolah tak punya pandangan positif dalam menjalani aspek hidupnya. Asumsinya selalu negatif. Apa yang akan terjadi esok? Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Apakah hasilnya begitu buruk? Akankah saya gagal? Adalah pertanyaan yang bersarang di benaknya. Yakinlah, saat kita berpikiran positif dan meyakini bahwa semua baik-baik saja, itulah yang akan terjadi. Kekhawatiran adalah masalah yang lebih besar daripada hal yang belum terjadi tersebut.
Ingatlah bahwa tanpa menanam padipun, burung di udara tetap bisa makan. Pandanglah alam semesta dan sekeliling kita, rasakanlah bahwa semesta ini saja masih dipelihara, mengapa kita yang lebih dari mereka harus khawatir?

Sumber:  http://intisari-online.com/read/resep-hidup-bahagia-jangan-khawatir

Rabu, 13 Januari 2016

Bagaimana Starbuck Sukses di China yang Kuat Tradisi Ngetehnya?

author : Moh. Habib Asyhad
Wednesday, 13 January 2016 - 02:00 pm

Mashable

Salah satu kunci kesuksesan Starbucks di China adalah program Partner-Family Forum Programme. Program ini pertama kali diperkenalkan di Beijing, empat tahun yang lalu, yang berfokus pada nilai-nalai dalam keluarga dan masyarakat setempat.

Intisari-Online.com - Starbucks baru saja mengumumkan peluncuran program terbesarnya di China, Partner-Family Forum Programme, untuk kali keempat. Perusahaan yang identik dengan kopi ini menyebut program ini memiliki banyak manfaat, terutama untuk staf-stafnya.

Sukses di Bejing, Shanghai, Guangzhou, Starbacks masih berencana memperluas ekspansinya di China. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah Chengdu. Tidak cukup sampai di situ, Starbucks juga akan memperluas jaringannya di Negeri Tirai Bambu ini pada 2019 nanti.

Pertanyaannya, bagaimana Starbucks meraik kesuksesan di China yang notabene kuat tradisi ngeteh-nya?
Ketika dibuka pertama kali pada 1999, banyak meragukan masa depan Starbucks di negeri Mao Zedong ini yang begitu kuat tradisi ngetehnya. Tapi anggapan itu ternyata sama sekali tidak benar. Hanya dalam waktu 17 tahun, Starbucks telah mengubah serta merevolusi cara pandang orang-orang China dalam meminum kopi.

Salah satu kunci kesuksesan Starbucks di China adalah program Partner-Family Forum Programme. Program ini pertama kali diperkenalkan di Beijing, empat tahun yang lalu, yang berfokus pada nilai-nalai dalam keluarga dan masyarakat setempat. Program ini berusaha melibatkan keluarga mitranya untuk berpartner jangka panjang dengan Starbucks.

Di Chengdu, program ini melibatkan seribuan anggota staf dan keluarga mereka. Bagi barista full-time dan supervisor shift akan mendapatkan tunjangan perumahan, serta program cuti yang disebut dengan “Coffee Break”, yang memungkinkan para pekerjanya untuk memiliki waktu lebih panjang dengan keluarga mereka.
“Di Asia, keluarga adalah titik fokus yang sangat kuat,” ujar presiden grup Starbucks Coffee China/Asia Pasific, John Culver, kepada Mashable. “Itulah sebabnya Starbucks menerapkan nilai-nilai itu.”

Sejak tahun 2006, Starbucks telah menginvestasikan lebih dari US$8 juta untuk komunitas lokal di China—sebagian besar diserahkan kepada Soong Ching Ling Foundation. Menurut Culver, investasi ini akan terus digalakkan untuk menjadikan Starbucks “terintegrasi dengan dalam struktur masyarakat China,”
Tak hanya memperkuat hubungan dengan mitra-mitranya, Starbucks juga terus-terusan menghadirkan inovasi baru yang dianggap relevan dengan pasar di China—terutama yang terkait dengan makanan dan minuman yang cocok dengan selera orang-orang China. Salah satunya adalah menawarkan teh dan kue-kue tradisional khas negeri.

Untuk lebih meningkatkan pengalaman pelanggan, Starbucks juga membuat China Design Studio yang mendesain ruang unik di setiap toko. “Setiap toko di China berbeda (desain) untuk memberikan kehormatan bagi masyarakat setempat,” kata Belinda Wong, presiden Starbucks China.

Tidak seperti kebanyakan toko-toko di AS, Starbucks di China dirancang untuk membuat pelanggannya betah berlama-lama di dalamnya. Bercengkerama bersama kerabat, berdiskusi dengan rekan-rekan, juga pengalaman untuk mempelajari bagaimana kopi diproses. Tak hanya itu, bekerja sama dengan salah satu mal di China, Starbucks juga membuat toko online yang memungkinkan pelanggannya untuk memesan secangkir kopi tanpa harus pergi ke tokonya.

Sumber: http://intisari-online.com/read/bagaimana-starbuck-sukses-di-china-yang-kuat-tradisi-ngetehnya


Selasa, 12 Januari 2016

HIDUP ADALAH SEBUAH PILIHAN

author : K. Tatik Wardayati
Tuesday, 12 January 2016 - 07:00 pm

theaposition

Ilustrasi.

Intisari-Online.com – Berikut ini adalah sebuah kisah yang indah. Dikisahkan, Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Ia selalu mempunyai semangat yang baik dan selalu berpikir positif.
Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, ” Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!”

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain.

Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya. Jerry adalah seorang motivator alami. Jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, ia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.
Melihat gaya tersebut benar-benar membuatku penasaran. Suatu hari, aku temui Jerry dan bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya? ”

Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik.

Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu memilih sisi positifnya.”
“Tetapi tidak selalu semudah itu,” protesku.

“Ya, memang begitu,” kata Jerry, “Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup.”
Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku bertemu Jerry enam bulan setelah musibah tersebut. Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku? ”
Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan. “Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry.

“Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.”
“Apakah kamu tidak takut?” tanyaku.

Jerry melanjutkan, ” Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini akan mati’. Aku tahu aku harus mengambil tindakan.”
“Apa yang kamu lakukan?” tanya saya.

“Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry. “Dia bertanya apakah aku punya alergi. ‘Ya’ jawabku. Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, ‘Peluru!’ Di tengah tertawa mereka aku katakan, ‘Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati’.”

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikap hidupnya yang mengagumkan.
Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya. Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

Sumber: http://intisari-online.com/read/hidup-adalah-sebuah-pilihan

Rabu, 06 Januari 2016

LAKUKAN HAL KECIL DENGAN CINTA YANG BESAR

uthor : K. Tatik Wardayati
Monday, 14 December 2015 - 07:00 pm

speedyrails.net

Ilustrasi.



Intisari-Online.com – Bunda Teresa pernah mengatakan, “Tidak semua orang dapat melakukan hal yang besar namun setiap orang dapat melakukan hal kecil dengan cinta yang besar.”
Dari keadaan kita yang kecil dan sederhana, kita mampu mewarnai hidup kita dengan sesuatu yang luar biasa. Dengan kekurangan dan keterbatasan diri kita juga, kita membuat sesuatu yang bermakna untuk orang lain.
Bukankah kita mempunyai mata untuk memandang, tangan untuk berbuat, dan kaki untuk melangkah. Bukankah kita mampu memberi pandangan selembut salju kalau kita mau dan senyum sehangat mentari kalau kita berjuang. Bukankah kita juga mempunyai tangan untuk menyalami orang lain seraya mengatakan, “Sahabatku selamat pagi/siang/malam, semoga Tuhan memberkatimu.”
Bukankah kita juga mempunyai sepasang kaki untuk mengunjungi mereka yang membutuhkan kita?
Sekali lagi bertindaklah dari hal yang sederhana, dari kasih yang tulus, dan itu akan mampu membuat suasana hidup kita menjadi cermin bagi orang lain. Rintik hujan barang kali tidak akan mampu  membasahi bumi dalam sekejap tetapi dalam ketekunannya ia akan mampu memenuhi samudera luas sekalipun. Mungkin uang seratus rupiah itu tidak terlalu berharga tetapi kita pernah gagal membeli sesuatu hanya karena kurang beberapa ratus rupiah.
Tuhan tidak hanya melihat hasil spektakuler yang kita lakukan tetapi perjuangan dan ketelatenan yang kita tunjukkan dari hal sederhana yang kita miliki. Oleh karena itu, kita tetap berharga dan kita tetap punya kemampuan berbuat sesuatu. Jangan katakan bahwa kita adalah orang tidak berguna, tetapi tanamkan dalam diri kita bahwa kita mampu melakukan sesuatu untuk kita sendiri dan juga untuk orang lain. Setiap orang punya kemampuan tetapi kebahagiaan terbesar dalam hidup bukanlah terutama dimiliki oleh mereka yang mempunyai kemampuan mumpuni tetapi mereka yang berbagi apa yang ia miliki dengan orang lain, kendati kecil dan sederhana.

Rabu, 30 Desember 2015

Terungkap, 4 Alasan Banyak Orang Tidak Bisa Lepas dari Facebook

author : Ade Sulaeman
Tuesday, 29 December 2015 - 03:30 pm

Kompas.com Sebuah program yang bertujuan membuat orang-orang melepaskan ikatan mereka dari Facebook ternyata berakhir gagal pada sepertiga pesertanya. Setelah dikaji lebih dalam, ditemukan empat alasan yang membuat orang-orang tersebut tidak bisa lepas dari Facebook.



Intisari-Online.com - Pada masa liburan seperti sekarang, fakta bahwa penggunaan media sosial kian tinggi berkali lipat memang terjadi. Bahkan durasi menggunakan media sosial seperti Facebook semakin lama lebih dari hari biasa. Daya tarik Facebook memang sangat kuat. Bahkan tak sedikit orang-orang yang pernah mencoba “lepas” dari “ikatannya”, beberapa hari kemudian kembali lagi.
Untuk itulah sejumlah peneliti dari Universitas Cornell, Ithaca, Amerika melakukan riset. Yang disasar adalah mantan pengguna Facebook yang kembali menekuni media sosial itu. Sejumlah 5.000 orang jadi responden. Mereka harus mengikuti program yang diberi nama Facebook Detox, cara terlepas dari jeratan Facebook. Waktu durasi detox ditentukan selama 99 hari.
Hasil riset membuktikan, sebanyak 33,7 persen gagal dari program itu. Mereka kembali main Facebook. Dari lebih sepertiga responden itu mengakui sulit terlepas. Namun ada empat kesimpulan mendasar mengapa orang tidak bisa terlepas dari Facebook.
1. Daya Pikat Luar Biasa
Seperti seorang yang kecanduan, karena ada satu atau dua hal yang menarik untuk terus diikuti. Mereka umumnya menyerah karena hal tersebut. Selalu ada keinginan untuk kembali. Bahkan hal itu sudah menjadi sebuah kebiasaan. Salah seorang responden menyatakan, bahwa setiap kali membuka browser internet pada 10 hari pertama proses detox, jemarinya selalu menekan tombol “F”, tanpa sadar.
2. Mood Kuat buat Kembali
Jika seseorang sedang dalam perasaan senang, bahagia, ia dengan gampang untuk merelakan tidak lagi menyentuh Facebook. tetapi ketika suasana hati sedang mengalami situasi buruk, kebanyakan responden dengan cepat melirik Facebook.
3. Tempat untuk Eksis
Riset ini juga membuktikan bahwa orang yang merasa hal pribadinya telah terkuak di Facebook umumnya malas untuk kembali. Namun kebanyakan justru ingin merasa eksis di tengah keluarga, rekan, dan komunitasnya. Mereka ingin dilihat oleh orang lain. Apalagi jika seseorang merasa bersaing, ingin menunjukkan sesuatu. Maka proses detox bisa gagal total.
4. Hanya Punya Facebook
Mereka yang kemudian kembali menekuni Facebook kebanyakan tak punya akun media sosial lain. Hanya Facebook yag mereka punya. Akibatnya, mereka tak punya alternatif. Ketika rasa rindu meng-update itu datang, maka kembali lah mereka ke Facebook.

(chip.co.id)

Sumber:  http://intisari-online.com/read/terungkap-4-alasan-banyak-orang-tidak-bisa-lepas-dari-facebook

Rabu, 09 Desember 2015

TAK ADA KESUKSESAN TUNGGAL

author : K. Tatik Wardayati
Saturday, 31 October 2015 - 06:45 pm

baptistengemeente-meppel.nl

Ilustrasi.

Intisari-Online.com – Alkisah, tiga orang pemuda terlibat dalam bisnis perdagangan di bawah pengawasan ayah mereka. Mereka sangatlah kaya. Setiap pemuda mahir dalam bagiannya masing-masing.
Yang satu baik dalam bagian penjualan, sementara yang lain kompeten dalam hal pembelian. Dan yang ketiga mahir dalam bidang keuangan.
Sayangnya, pada suatu hari sang ayah jatuh sakit dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Anak-anaknya akhirnya memutuskan untuk membagi bisnis tersebut. Mereka yakin dapat menangani bisnis baru dengan keahlian masing-masing.
Sang ayah merasa sedih dan sempat marah dengan keputusan mereka. Tapi ia tak berdaya karena akhirnya pembagian bisnis itu pun terjadilah.
Akibatnya, mereka menjadi pesaing satu sama lain. Dengan berlalunya waktu, mereka mulai mengalami kerugian besar dalam bisnis masing-masing. Mereka mencoba semua cara yang mungkin agar bangkit lagi, sayangnya situasi justru makin menjadi lebih buruk.
Kemudian mereka mendatangi sang ayah untuk meminta nasihat. Ayah mereka berkata, “Ketika kalian semua melakukan bisnis bersama-sama, bisnis itu berhasil cepat. Tapi itu bukan karena salah satu dari kalian bertanggung jawab untuk keberhasilan bisnis, tetapi karena kalian bertiga bekerja sama untuk membuat bisnis itu sukses.”
Ketiga pemuda itu menyadari kesalahan mereka dan bersatu kembali.
Demikianlah, perpecahan selalu menimbulkan keruntuhan. Ingat akan pepatah ‘bersatu kita teguh bercerai kita runtuh’.

Sumber: http://intisari-online.com/read/tak-ada-kesuksesan-tunggal


KESUKSESAN DITENTUKAN OLEH POLA PIKIR KITA

author : K. Tatik Wardayati
Monday, 07 December 2015 - 06:30 pm


Intisari-Online.com – Di depan sebuah Taman Kanak-kanak, seorang tukang balon sedang sibuk mengisi balon dengan gas, mengikatnya dengan seutas tali lalu mengikatnya di sepeda tempatnya berjualan. Balon itu berwarna-warni, ada yang merah, kuning, biru, hijau, dll.
Begitu banyaknya variasi warna yang ada hingga menarik perhatian anak sekolah untuk membelinya sepulang mereka dari sekolah.
Di tengah kesibukan tukang balon, datanglah seorang anak kecil yang menarik-narik celana panjang si tukang balon itu dan bertanya, “Pak, kalau yang warnanya biru bisa terbang?”
“Bisa,” jawab tukang balon sambil tetap sibuk mengikat balon-balonnya.
Tak lama, anak kecil itu bertanya lagi, “Pak, kalau yang berwarna merah bisa terbang juga?”
“Bisa,” jawab tukang balon itu kepada anak kecil itu.
Selang beberapa menit kemudian anak itu bertanya lagi, “Pak, kalau yang berwarna hitam itu juga bisa terbang?”
Saat itu juga tukang balon berhenti sejenak dengan sedikit menunduk sambil memegang bahu anak itu ia berkata, “Nak, bukan warnanya yang menentukan balon itu  bisa terbang atau tidak, tapi apa yang diisikan ke dalamnya yang menentukan ia bisa terbang atau tidak.
Banyak orang berpikir bahwa kesuksesan seseorang ditentukan oleh latar belakang pendidikan, status sosial, atau bisnis yang dijalaninya. Sesungguhnya sukses itu ditentukan oleh pola pikir kita. Jika kita memiliki pola pikir yang tepat maka tindakan kitapun akan tepat dan hasilnya tentu tepat pula. (BMSPS)

Sumber: http://intisari-online.com/read/kesuksesan-ditentukan-oleh-pola-pikir-kita